Jika di Inter Palestra Bisa Jadi Next Hakimi, Tapi Sayangnya Lebih Pilih Chelsea

Keputusan bek muda Italia, Marco Palestra untuk hijrah ke Stamford Bridge ketimbang San Siro pada bursa transfer musim panas ini memicu kritik dari legenda Inter Milan, Beppe Bergomi.

Pemain 21 tahun itu dinilai mengambil langkah yang kurang tepat karena menolak pinangan Nerazzurri, yang sebenarnya bisa menjadi tempat paling ideal untuk mengasah potensinya.

Palestra dilaporkan segera merampungkan kepindahannya ke klub Premier League, Chelsea dengan nilai transfer fantastis yang ditaksir mencapai 60 juta euro atau sekitar Rp1,05 triliun.

Di London Barat, bek sayap ini bakal menerima gaji berkisar antara 5 hingga 6 juta euro (setara Rp88 miliar sampai Rp105 miliar) per musim, dalam ikatan kontrak jangka panjang berdurasi lima atau enam tahun.

Kabar ini tentu menjadi pukulan telak bagi manajemen Inter Milan. Skuat asuhan Cristian Chivu tersebut sebelumnya sudah menyisihkan dana sebesar 50 juta euro (sekitar Rp880 miliar) demi mendaratkan penggawa yang baru saja mendapat panggilan Timnas Italia tersebut.

Berbicara dalam wawancara mendalam bersama La Gazzetta dello Sport, Bergomi mengaku terus memantau saga transfer ini. Dia sangat menyayangkan pilihan sang pemain yang lebih silau dengan daya tarik Liga Inggris.

“Saya mengikuti seluruh perkembangan saga transfer Palestra,” buka Bergomi. “Saya paham ada rasa bangga bagi seorang pemain muda untuk pergi dan bermain di kompetisi sekompetitif Premier League. Namun, saya tetap berpikir bahwa Inter Milan adalah tim yang sempurna untuk dia.”

Banyak suporter Nerazzurri merasa Palestra lebih tergiur oleh paket kontrak mewah dari Chelsea ketimbang alasan prestasi olahraga. Jika menilik kondisi riil, Inter Milan adalah juara bertahan Serie A dan Coppa Italia yang akan berlaga di Liga Champions musim depan.

Sebaliknya, Chelsea justru harus absen dari kompetisi Eropa setelah hanya mampu finis di peringkat ke-10 pada Premier League musim 2025/2026.

“Saya tidak ingin menyebut ini melulu soal uang,” tegas Bergomi.

“Di usia sepertinya, uang seharusnya tidak pernah menjadi faktor penentu. Pemain muda tentu ingin menguji kemampuan mereka di liga baru dan mencari tantangan baru. Tapi saya tahu dia akan mendapat bayaran dua kali lipat di Chelsea dibanding apa yang bisa dia terima di sini, di Italia. Meski begitu, saya enggan berpikir ini murni masalah finansial bagi pemuda berusia 21 tahun.”

Bagi Bergomi, karakteristik bermain Palestra sangat klop dengan pakem taktik yang diusung Inter Milan saat ini.

Di bawah komando Cristian Chivu, Nerazzurri tetap mempertahankan formasi ikonik 3-5-2 yang sangat memaksimalkan kualitas para pemain sayap mereka.

“Inter bisa saja memiliki sosok Hakimi baru melalui dia. Seorang pemain dengan kecepatan luar biasa dan teknik yang brilian setelah berpisah dengan Dumfries yang lebih mengandalkan fisik. Jadi, bagi saya, Inter Milan adalah skuat terbaik untuk Palestra, baik untuk kenyamanan bermain maupun proses perkembangannya,” tegas Bergomi penuh optimistis.

Ada kekhawatiran besar bahwa talenta Palestra justru akan meredup di Premier League. Di Chelsea, dia harus bersaing ketat dengan kapten sekaligus bek kanan andalan Timnas Inggris, Reece James. Jika gagal bersaing, dia terancam hanya menjadi penghangat bangku cadangan yang kukuh di Stamford Bridge.

“Saya berharap dia bisa menembus skuat utama dan bermain reguler, meski tidak akan mudah untuk langsung beradaptasi di liga sekeras Inggris,” tambah Bergomi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak