Prediksi soal siapa yang bakal jadi favorit scudetto musim depan biasanya berkutat soal kualitas pemain atau belanja transfer. Tapi Ciro Immobile punya sudut pandang berbeda—dan menariknya, argumennya justru tidak banyak menyinggung soal individu pemain sama sekali.
Stabilitas Sebagai Senjata Utama
Menurut laporan Noi Biancocelesti yang dikutip TuttoMercatoWeb, mantan penyerang timnas Italia yang kini membela Paris FC ini menilai Inter Milan sebagai kandidat terkuat peraih scudetto musim depan. Alasannya bukan soal siapa yang paling banyak belanja pemain baru, melainkan soal siapa yang paling minim gejolak di internal tim.
"Menurut saya Inter adalah favorit. Saya melihat banyak pergantian pelatih di klub-klub lain, yang berarti mereka butuh waktu beradaptasi, sementara Inter sudah punya fondasi yang matang," ujar Immobile. Ia menambahkan bahwa Milan, Napoli, dan Juventus harus benar-benar meningkatkan level permainan mereka jika ingin benar-benar menyulitkan langkah Inter musim ini.
Argumen Immobile ini sebenarnya cukup masuk akal kalau melihat fakta di lapangan. Milan memulai fase baru di bawah asuhan Ruben Amorim, Napoli resmi berpisah dengan Antonio Conte dan kini beralih ke tangan Massimiliano Allegri, sementara Juventus masih dalam proses membangun skuad sesuai visi Luciano Spalletti.
Ketiga klub besar ini pada dasarnya sedang menjalani fase transisi yang sama: pelatih baru, filosofi permainan baru, dan kebutuhan waktu untuk membangun kembali chemistry tim dari awal.
Di sisi lain, Inter justru berada dalam posisi yang jauh lebih nyaman. Klub asal Milan ini memilih mempertahankan kepercayaan penuh kepada Chivu sebagai pelatih, sekaligus tetap mengandalkan tulang punggung skuad yang sama yang berhasil mengantar mereka meraih scudetto musim lalu.
Kestabilan semacam ini, menurut pandangan Immobile, menjadi keunggulan yang sulit ditandingi para rival mereka saat ini—bukan karena Inter otomatis lebih superior secara kualitas individu, tapi karena mereka tidak perlu membuang waktu untuk proses adaptasi yang biasanya dibutuhkan tim mana pun setelah pergantian pelatih besar-besaran.
Pada akhirnya, prediksi Immobile ini menjadi pengingat menarik bahwa di sepak bola modern, kontinuitas dan kestabilan internal terkadang jadi faktor penentu yang jauh lebih berharga dibanding sekadar nama besar di lembar transfer musim panas.