Buntu di Semua Opsi, Gantikan Darmian Inter Pertimbangkan Pulangkan Perisic

Inter Milan dikabarkan mulai mempertimbangkan opsi mendatangkan kembali Ivan Perisic, pemain berusia 37 tahun, sebagai solusi konkret di posisi sayap. Wacana ini muncul setelah pencarian bek sayap musim panas Nerazzurri terus menemui jalan buntu di setiap target alternatif, baik karena kendala teknis maupun ekonomi.

Menurut laporan Niccolò Righi di Tuttomercatoweb, klub untuk sementara menghentikan pencarian aktif ke pasar eksternal guna memusatkan perhatian pada negosiasi dengan Tottenham soal Cristian Romero. Namun di tengah fokus tersebut, nama Perisic tetap mengemuka dalam diskusi internal sebagai satu-satunya profil yang dianggap paling sesuai dari sisi anggaran.

Narasi yang dikutip dari Corriere dello Sport dalam laporan tersebut cukup tegas: tak satu pun dari kandidat yang telah dikaji sejauh ini mampu menawarkan keseimbangan ideal antara kualitas teknis dan kelayakan finansial. Untuk Marco Palestra misalnya, Inter sebenarnya siap merogoh kocek hingga €50 juta, melihatnya sebagai sosok yang bisa diandalkan dan punya ruang berkembang. Sementara Anan Khalaili dipandang sebagai opsi berisiko terukur dengan biaya lebih terjangkau. Namun pada akhirnya, kedua rencana tersebut tetap gagal terealisasi.

Ketertarikan terhadap Djed Spence pun ikut meredup. Pemain asal Inggris tersebut dinilai unggul dalam kekuatan fisik dan intensitas permainan, namun kurang memiliki kualitas duel satu lawan satu yang sebelumnya menjadi daya tarik utama Palestra maupun Khalaili di mata manajemen. Ditambah lagi, banderol €40 juta yang diminta Tottenham dianggap terlalu tinggi oleh duet petinggi Inter, Beppe Marotta dan Piero Ausilio.

Sejumlah nama lain seperti Doue, Molina, Read, dan Belghali turut dievaluasi, namun akhirnya dicoret dari daftar karena berbagai alasan, baik dari sisi teknis maupun keterbatasan anggaran.

Dengan seluruh opsi tersebut kandas, hipotesis mendatangkan kembali Perisic pun mencuat sebagai solusi paling realistis. Daya tarik utama sang pemain asal Kroasia ini terbilang sederhana: proses adaptasinya akan sangat minim karena sudah sangat mengenal lingkungan klub, sementara biaya transfer maupun tuntutan gajinya diperkirakan bisa dikendalikan dengan baik.


Menurut skema yang diuraikan Tuttomercatoweb, kembalinya Perisic dirancang untuk berjalan beriringan dengan proses pengembangan Diouf dan Luis Henrique di sisi sayap kanan — memposisikan sang pemain veteran sebagai opsi pelapis berpengalaman, bukan sebagai andalan utama dalam jangka panjang.

Di usia 37 tahun, batasan dari proyek semacam ini memang sudah cukup jelas terlihat sejak awal. Namun prioritas utama Inter saat ini adalah menutup kekosongan di lini sayap yang ditinggalkan kepergian Matteo Darmian, tanpa harus membebani kondisi keuangan klub secara berlebihan. Jika tidak ada opsi lebih baik yang muncul sebelum jendela transfer resmi ditutup, Perisic pun berpotensi menjadi jalan keluar paling mudah bagi manajemen Nerazzurri.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak