Ironi Thuram: Andalan Inter yang Jarang Dipercaya Deschamps


Marcus Thuram kembali tidak mendapatkan kesempatan bermain, kali ini dalam laga perebutan tempat ketiga antara Inggris dan Prancis tadi malam. Pertandingan tersebut sendiri berlangsung sangat menghibur dengan skor akhir 6-4 untuk kemenangan Inggris, menyajikan banyak gol sepanjang laga.

Meski laga ini secara status tidak lagi krusial bagi kedua tim, pelatih Didier Deschamps tetap memilih menurunkan mayoritas pemain intinya, sehingga tidak banyak memberikan kesempatan kepada para pemain yang selama ini minim menit bermain sepanjang turnamen. Marcus Thuram pun kembali harus puas duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan berlangsung.

Perjalanan penyerang Inter Milan tersebut di ajang Piala Dunia 2026 pun akhirnya ditutup dengan catatan yang jauh dari kata memuaskan—hanya bermain beberapa menit saja di fase grup saat melawan Irak. Kondisi ini memunculkan pandangan bahwa sang striker sebenarnya layak mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari pelatihnya.

Menit Bermain yang Minim Sepanjang Turnamen

Jika ditelusuri lebih jauh, minimnya kesempatan Thuram sepanjang Piala Dunia kali ini sebenarnya sudah terlihat sejak fase grup. Ia baru mencatatkan debutnya di turnamen ini saat masuk sebagai pemain pengganti pada laga melawan Irak, menggantikan Kylian Mbappe di masa injury time babak kedua—hanya bermain sekitar satu menit saja. Situasi ini pun berlanjut ketika Thuram harus absen total di laga babak 32 besar melawan Swedia akibat cedera otot betis yang membuatnya tidak bisa mengikuti sesi latihan bersama rekan-rekan setimnya.

Ironisnya, minimnya kesempatan ini terjadi di tengah performa impresif yang justru ia tunjukkan bersama klubnya, Inter Milan, sepanjang musim ini. Sebagai catatan, Thuram tercatat mencetak 18 gol untuk Nerazzurri musim ini, menjadikannya salah satu ujung tombak paling produktif di lini serang Inter. Namun performa gemilang di level klub tersebut rupanya belum cukup untuk menembus rotasi utama Timnas Prancis di panggung Piala Dunia.

Persaingan Ketat di Lini Depan Prancis

Salah satu faktor yang membuat posisi Thuram semakin sulit ditembus adalah kedalaman skuad serang Prancis yang luar biasa di turnamen ini. Deschamps memiliki begitu banyak opsi mumpuni di lini depan, mulai dari Kylian Mbappe yang tampil sebagai kapten sekaligus mesin gol utama, Ousmane Dembele yang turut bersaing ketat di papan atas daftar pencetak gol terbanyak turnamen, hingga kontribusi apik dari Michael Olise, Bradley Barcola, dan Desire Doue.

Dengan kelimpahan opsi sekelas itu, sulit bagi Thuram untuk mendapatkan tempat reguler di starting eleven, apalagi mengingat catatan cedera yang sempat mengganggu kebugarannya di tengah turnamen. Rekam jejaknya bersama Timnas Prancis pun memang tidak semulus penampilannya di level klub—dalam beberapa musim terakhir, ia beberapa kali harus berjuang mendapatkan kepercayaan penuh dari Deschamps, meski selalu tampil konsisten bersama Inter Milan.

Situasi ini pada akhirnya menyisakan ironi tersendiri bagi publik sepak bola Italia, khususnya para pendukung Inter. Di satu sisi, Thuram terus menjadi andalan utama klub di Serie A maupun kompetisi Eropa. Namun di panggung internasional bersama negaranya, ia justru harus rela menjadi pelapis di tengah persaingan lini depan Prancis yang memang tergolong salah satu yang terdalam dan paling kompetitif di seluruh turnamen Piala Dunia 2026 ini.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak