Bursa transfer musim panas kembali menghadirkan drama menarik dari lini belakang. Kali ini giliran Trevoh Chalobah, bek Chelsea yang namanya santer dikaitkan dengan kepindahan ke Italia, tepatnya menuju markas juara bertahan Serie A, Inter Milan.
Kepergian dua bek senior mereka, Francesco Acerbi dan Stefan de Vrij, yang sama-sama pergi sebagai pemain bebas transfer, memaksa manajemen Inter Milan bergerak cepat mencari pengganti. Dari sekian nama yang beredar, Chalobah dilaporkan menjadi pilihan utama mereka, dengan proses pendekatan ke sang pemain sendiri sudah berjalan selama berminggu-minggu terakhir.
Kabar baiknya bagi Inter, urusan personal dengan Chalobah sepertinya tak akan menjadi kendala berarti—sang pemain sendiri dikabarkan sudah sreg dengan tawaran yang diberikan. Masalahnya justru ada di meja negosiasi antarklub, di mana Inter dan Chelsea belum menemukan titik temu soal harga.
Di sinilah bagian paling menarik dari negosiasi ini: belum ada kesepakatan jelas soal berapa banderol yang harus dibayar Inter. Gazzetta dello Sport menyebut Chelsea mematok harga di angka €40 juta, sementara laporan lain dari Sky Sport menyebutkan angka yang sedikit lebih rendah, yakni €35 juta. Selisih beberapa juta euro ini tampaknya menjadi salah satu ganjalan utama yang belum terselesaikan.
Yang membuat hal ini semakin menegaskan keinginan kuat Chalobah untuk berlabuh di San Siro adalah penolakannya terhadap opsi lain yang sebenarnya bisa mempercepat proses kepindahannya dari Stamford Bridge.
Chelsea sempat mencoba menyelipkan nama Chalobah dalam skema pertukaran pemain plus tambahan dana tunai dengan Crystal Palace, sebagai bagian dari upaya mendatangkan Maxence Lacroix.
Namun Chalobah menolak tawaran itu. Alasannya sederhana namun tegas: ia hanya menginginkan satu tujuan musim panas ini, yaitu Inter Milan, dan tidak tertarik untuk pindah ke klub London lainnya seperti Crystal Palace.
Di tengah negosiasi yang masih berlangsung ini, satu klub Serie A lain justru memilih mundur dari persaingan. Como, yang sebelumnya sempat dua kali mencoba peruntungan mendekati Chelsea untuk pemain yang sama namun selalu ditolak, kini memutuskan tak akan ikut ambil bagian dalam perang tawar melawan Inter. Presiden klub Como, Mirwan Suwarso, bahkan dilaporkan secara langsung menghubungi Bos Inter, Beppe Marotta, awal pekan ini untuk menegaskan sikap tersebut—sebuah gestur yang menunjukkan Como memilih realistis ketimbang memaksakan diri bersaing dengan raksasa Milan itu.
Dengan keinginan pemain yang sudah jelas condong ke satu arah dan persaingan dari klub lain yang mulai mereda, kini bola sepenuhnya berada di tangan negosiator kedua klub untuk menyelesaikan selisih harga yang tersisa. Jika Inter dan Chelsea mampu menemukan angka tengah dalam beberapa pekan ke depan, transfer ini berpeluang besar rampung tanpa hambatan berarti—mengingat faktor yang biasanya paling rumit dalam sebuah negosiasi, yakni kemauan sang pemain sendiri, sudah tidak lagi menjadi masalah.