Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Inter Milan kini mengarahkan perhatian pada Djed Spence, bek sayap milik Tottenham Hotspur, sebagai solusi atas problem sayap kanan mereka yang seolah tak kunjung usai.
Sejak melepas Denzel Dumfries ke Real Madrid di awal musim panas ini, Inter praktis belum mendapatkan ketenangan dalam misi mencari pengganti yang tepat. Marco Palestra sempat digadang-gadang sebagai solusi jangka panjang untuk mengisi posisi bek Belanda tersebut. Namun, keputusan mengejutkan datang ketika sang pemain muda asal Italia itu justru memilih hengkang ke Chelsea pada detik-detik akhir negosiasi, sebuah keputusan yang jelas mengecewakan Presiden Inter, Beppe Marotta.
Tak berhenti di situ, Inter kemudian mencoba peruntungan lain dengan menyepakati kesepakatan senilai €25 juta bersama Union Saint-Gilloise untuk mendatangkan Anan Khalaili. Sayangnya, rencana ini pun kandas setelah Komite Olimpiade Nasional Italia menolak memberikan persetujuan medis bagi sang pemain.
Kini, fokus Inter beralih ke Djed Spence, yang nilai pasarnya terus melesat dari waktu ke waktu. Bek berusia 25 tahun ini sebelumnya sempat ditawarkan ke Genoa dengan harga sekitar €10 juta usai menjalani masa peminjaman setengah musim di Stadion Luigi Ferraris. Namun kini, nilainya telah melonjak hingga tiga kali lipat, bahkan berpotensi terus naik mengingat perkembangan situasi dalam beberapa hari terakhir.
Momentum Spence turut terdongkrak oleh performanya bersama Timnas Inggris, yang malam ini dijadwalkan berhadapan dengan Argentina di babak semifinal Piala Dunia. Setelah mendapatkan kesempatan debut bersama tim nasional tahun lalu, Spence dengan cepat menjelma menjadi pilihan utama dalam skema permainan racikan Thomas Tuchel. Penampilannya di ajang bergengsi ini turut menyita perhatian publik, dan sekalipun perjalanan Inggris berakhir di fase ini, posisi Spence sebagai pemain yang banyak diburu klub-klub top tetap tak akan tergoyahkan begitu ia kembali ke level klub.
Bukan hanya soal penampilan terbarunya bersama Inggris. Perjalanan Tottenham dalam dua musim terakhir yang diwarnai pasang surut—termasuk kesuksesan menjuarai Liga Europa musim lalu—turut mengangkat nama sejumlah pemain muda mereka ke permukaan, dan Spence menjadi salah satu sosok yang mendapat sorotan positif atas kontribusinya di kedua sisi lapangan, baik dalam skema empat bek maupun tiga bek.
Dari sisi kebugaran, catatan cedera Spence pun terbilang minim. Satu-satunya insiden berarti adalah cedera ligamen luar yang sempat membuatnya absen beberapa pekan kala menjalani masa peminjaman di Leeds United.
Dari sinilah ketertarikan Inter terhadap sosok Spence menjadi masuk akal. Ia adalah bek sayap dengan performa yang tengah menanjak, sudah cukup mengenal atmosfer sepak bola Italia, dan memiliki fleksibilitas untuk bermain di kedua sisi sayap sesuai skema yang diterapkan Cristian Chivu. Nilai transfer yang diperkirakan berada di kisaran €30–40 juta dianggap masih terjangkau bagi klub sekelas juara bertahan Serie A. Terlebih, setelah beberapa kali gagal menuntaskan transfer di detik-detik akhir, Inter kini disebut lebih bertekad untuk segera merampungkan kesepakatan ini.
Usai menjalani musim yang solid, Spence sendiri diyakini memiliki ambisi lebih dari sekadar bertahan di level tertinggi musim depan. Bagi dirinya, turut bersaing memperebutkan gelar juara Liga Italia bisa menjadi awal yang ideal untuk babak baru kariernya.