Tersingkirnya Kroasia dari Piala Dunia 2026 memang meninggalkan rasa kecewa, namun kepulangan Petar Sucic ke tanah air justru disambut layaknya seorang bintang baru yang baru saja diresmikan.
Sejumlah media olahraga Kroasia, termasuk Vecernji yang cukup ternama, ramai-ramai memuji kiprah gelandang Inter Milan ini. Dalam waktu singkat, ia berhasil memantapkan posisinya sebagai sosok sentral bagi masa depan tim nasional.
Salah satu media bahkan menulis bahwa Kroasia kini memiliki pemain berjiwa pemimpin—seseorang yang meski timnya kalah, tetap mampu unjuk kemampuan di ajang paling bergengsi dan berhasil mencuri perhatian legenda sepak bola seperti Ronaldo.
Meski langkah Kroasia terhenti lebih cepat dari harapan, performa Sucic selama turnamen memberi sinyal positif untuk masa depan.
Penampilannya membuktikan bahwa transisi tim pasca era Modric berada di jalur yang tepat. Bagi pemain muda asal Livno ini, hasil turnamen memang pahit, tapi sekaligus menjadi tonggak penting menuju kancah sepak bola dunia.
Menariknya, di tengah gempuran budaya media sosial di kalangan pesepakbola muda, Sucic justru tampil berbeda—ia sama sekali tidak memiliki akun media sosial pribadi.
Sepanjang fase grup, Sucic tampil gemilang dengan kontribusi satu gol dan satu assist, memperlihatkan kedewasaan permainan yang jauh di atas usianya.
Saat berhadapan dengan Inggris, ia menunjukkan kecerdasan bermain lewat umpan matang untuk gol pembuka Baturina. Sementara itu, saat melawan Ghana, dialah yang memecah kebuntuan lewat tendangan keras dari jarak sekitar 25 meter di tengah kondisi lapangan yang basah kuyup akibat hujan. Gol tersebut menjadi momen spesial karena ia merayakannya dengan gestur mengelus perut seolah hamil, sebagai bentuk dedikasi untuk sang istri yang sedang mengandung. Pencapaian ini sekaligus menahbiskannya sebagai pencetak gol termuda kedua dalam sejarah Piala Dunia bagi Kroasia, setelah Joško Gvardiol.
Ketajaman permainannya, baik di bawah arahan Cristian Chivu di Inter maupun selama Piala Dunia, langsung menarik perhatian klub-klub raksasa Eropa.
Kabar yang beredar di Kroasia menyebutkan adanya ketertarikan serius dari Real Madrid, disusul beberapa klub besar Liga Primer Inggris.
Menyadari potensi besar yang dimiliki pemainnya, Inter dilaporkan telah menetapkan banderol tinggi untuk Sucic, berkisar antara €50 juta hingga €60 juta—jauh melampaui harga yang dulu mereka bayarkan saat merekrutnya dari Dinamo Zagreb.
Media Kroasia menyimpulkan bahwa Sucic kini bukan lagi sekadar talenta muda biasa. Ia digambarkan sebagai perpaduan ideal antara kualitas sepak bola modern dan nilai-nilai tradisional—pemain dengan kemampuan teknis serta kecerdasan taktis yang diimbangi etos kerja tinggi dan sikap rendah hati. Ia disebut sebagai calon pemimpin yang tenang, yang masanya belum sepenuhnya tiba: seorang pemuda dari desa yang kini menatap langit sebagai satu-satunya batasan bagi kariernya.