Aleksandar Stankovic dipastikan akan menjadi bagian dari skuad Inter Milan musim depan. Kepulangannya disambut hangat oleh Chivu, pelatih yang justru menjadi sosok pertama yang membinanya sejak masih berada di level tim junior klub.
Menurut laporan Calciomercato.com, gelandang asal Serbia yang merupakan putra bungsu legenda Inter, Dejan Stankovic, ini resmi ditebus kembali dari Club Brugge dengan nilai total transaksi mencapai €23 juta, sebagai buah dari penampilan gemilangnya selama berkarier di Belgia. Jika dihitung secara bersih, pengeluaran Inter dalam proses ini sekitar €13 juta, setelah memperhitungkan €10 juta yang sempat dibayarkan Brugge kepada Inter setahun sebelumnya.
Dalam sesi jumpa pers pembuka musim, Chivu sempat ditanya soal peluang Stankovic mengulang kesuksesan Pio Esposito bersama tim utama. Menanggapi hal itu, Chivu mengaku turut berharap besar, baik untuk kepentingan sang pemain maupun dirinya sendiri. Ia menyebut bahwa Stankovic sempat menimba ilmu di akademi junior Inter sebelum mengambil keputusan berani untuk merantau ke luar negeri dan menjalani dua musim penting yang membentuk kematangannya sebagai pemain. Chivu menambahkan bahwa dirinya kini tidak sabar melihat langsung penampilan Stankovic di lapangan.
Posisi Ideal Stankovic dalam Skema Lini Tengah Chivu
Gelandang kelahiran 2005 ini memiliki karakter permainan yang cukup unik. Awal kariernya dibangun sebagai gelandang bertahan yang bertugas melindungi lini pertahanan sekaligus mengatur tempo permainan lewat umpan-umpan vertikal, gaya yang sejalan dengan filosofi permainan Chivu. Namun, selama membela Brugge, perannya berkembang menjadi lebih ofensif, kerap beroperasi di belakang penyerang serta aktif masuk ke area tembakan dari salah satu dari dua posisi dalam formasi segitiga lini tengah.
Fleksibilitas semacam ini berpotensi mengubah keseimbangan lini tengah Inter secara signifikan.
Kehadiran Stankovic menjadi alternatif nyata bagi Hakan Calhanoglu di posisi poros tengah. Hal ini turut membebaskan Petar Sucic dari kewajiban mengisi peran regista, sehingga pemain asal Kroasia tersebut bisa lebih leluasa bersaing dengan Piotr Zielinski untuk memperebutkan posisi mezzala yang ditinggalkan Henrikh Mkhitaryan.
Sebagai opsi lain, mengingat kabar kepergian Davide Frattesi sudah lama beredar, Stankovic juga berpeluang menggantikan posisi Nicolo Barella di sisi kanan formasi tiga bek. Dalam skema ini, kemampuan menembak dari jarak jauh yang menjadi ciri khas keluarga Stankovic dapat menjadi senjata tambahan yang berharga.
Proses adaptasi Stankovic diperkirakan akan berjalan bertahap, mengikuti pola yang sebelumnya diterapkan pada Sucic, tanpa terburu-buru menurunkannya sejak awal musim. Namun bagi pemain muda yang kerap mengungkapkan bahwa mengenakan seragam Inter adalah impian sejak kecilnya itu, musim mendatang menjadi kesempatan emas untuk membuktikan dirinya layak menjadi bagian dari skuad utama.